Wednesday, March 7, 2007

P8

Satu Malam Lagi

Kata-kata bertebaran sekali lagi:
kali ini di kusamnya dinding-dinding itu.
Cerita-cerita pun berhamburan sekali lagi,
bersemburat menyalak hingga ke rambut kita,
mungkin sampai rongga dada dan kepala.
Dan makna masih melayang-layang di antara asap rokokku,
binar-binarnya terjarut dalam surai-surai hujan tadi sore.
(sementara mereka bilang hati selalu bersuara paling jujur.)


Kata-kata bertebaran sekali lagi:
dan aku (atau kau juga, perempuan) masih menggapai-gapai
dalam kebekuan yang terasa enggan kucairkan dalam setiap tarikan dada.
(kita memang sangat mencintai ketidakpastian lebih dari kita menyukai apa pun di dunia ini.)


Legenda kepahitan-kepahitan adalah tembang
dalam kesemuan-kesemuan kita yang mulai terasa panjang
membawaku dalam indahnya ketidakpastian-ketidakpastian
(dadaku selalu berdebar menunggu kejutan-kejutan, perempuan.
tikamkan pisaumu itu dalam-dalam ke daging dadaku, dan kan kulepaskan seringai tawaku seperti jutaan depa ke belakang)


[aku menyangkal lagi satu cinta]


Bekasi, April 2006

No comments: