Wednesday, March 7, 2007

P7

Bongkah Putihku: Si Begal


Kudatangi kau, perempuan
kutawarkan bongkah-bongkah putih ini
dari tangan-tangan begalku
--lalu kita tenggelam dalam suara-suara di rongga dada.


Gumpal gelap makin terpintal
sebelum rabik di tatap bola beningmu
rabut dalam genggamanmu
hingga berabuk di tapak kakimu:
kuserahkan akhir cerita pada ujung lidah
dan denyut hatimu, perempuan.


Kudatangi kau sebagai begal
saat mereka merutukiku dalam mantra-mantra panjang
pengusir setan.
Kilau-kilau putih gumpal
yang kubakikan di tanganmu
menjelma angin di ujung lingkar cangkir kopiku:
kesia-siaan yang begitu niscaya
bagi mereka.
Kedegilan seorang begal tetap membayang


Dan kuserahkan semua akhir pada denyut-denyut terkecilmu,
perempuan!



A serene night
April 2006

No comments: