Perjalanan
Terus merangkak, terkasih
dalam kegelapan tak berujung ini
di antara ujung-ujung duri
yang menikam daging tubuh
yang menyayat.
Terus merangkak, yang terkasih
Aku akan teruskan perjalanan ini
dengan tulang lutut hingga tumit
untai darah nanah di tiap jejak
bangkai jantung di celana
dan kematian beberapa depa di depan.
Terus merangkak, terkasih
Jelang kematianku di depan sana dengan senyum
di jiwamu.
Wednesday, May 10, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment