Wednesday, March 7, 2007

P17


Lament untuk Federico


Mereka jejalkan peluru-peluru
berkali-kali
ke belakang kepalamu, Federico
tapi kau terus dendangkan lament itu
pada dunia.

Kau selalu menari begitu gemulai Federico
dalam gairah yang membakar
kecantikan-kemolekan wanita-wanitamu
sebelum peluru menghentikan tarian penamu di malam-malam
yang sepi dan kelam.

Ceritakan lagi bagaimana matador itu terluka.
Kisahkan lagi kemarahan sang banteng dalam takdirnya, Federico.
Sulut keberanianku.
Bakar kelelakianku, Federico!
Dendangkan lagi lament itu!
di sisi peraduanku,
yang telah lama menjadi begitu manis dan teduh.
Teruslah menari, Federico.
Bikin aku tersipu dengan romansa-romansa.

(Salah satu dari mereka kerap
menikamku belakangan ini, Federico)


A stab after another....

May 2006

No comments: