Reborn
Tak ada yang menantang angin
dan meninju badai kali ini.
Tak ada yang mengacungkan gelegak kemarahan
pada langit yang tiba-tiba hitam.
Dia tak puja lagi binar keangkuhan di mata membaranya,
tak digenggamnya lagi pongah itu dalam batin tipisnya.
Angin kini mengalir,
dan belum pernah begitu sebelumnya.
Menjalari dahan-dahan putih di ujung pagi,
dan sungguh belum pernah begitu sebelumnya.
Menghinggapi jendela-jendela dan berbisik perlahan,
dan Yang Maha Sayang tahu belum pernah begitu sebelumnya.
Lelaki kecil itu terkulai,
dalam belaian cumbu perih di dadanya,
yang menjalari setiap urat batin otot hati,
kini mengeras membatu membesi.
Cumbu perih luka belai kelelakiannya:
satu lelaki terlahir kembali.
Palmerah
June 30, 06
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment