Wednesday, March 7, 2007

P11

Etimologi Kebohongan


Tak henti-henti kau minta aku berdendang
tentang kemanisan-kemanisan yang sebenarnya hanya ada di kepalamu.
Dan tak henti-henti kau memintanya.

Tiap kali kita menjadi begitu lelah
dengan peluh membanjir di sela-sela kesemuan,
tak henti kau meminta aku mengulang mantra-mantra itu:
yang membuat matamu terpejam dalam kuasa kepuasan.

(Ada kala kularutkan kedegilan dalam jingga kelana
angin di pusat malam. Satu nama muncul berulang,
mengalirkan tuba hingga ke tulang. Sesemburat tawa lepas
tanpa aku berani raba. Tapi kau tak pernah tahu. Hanya ada satu
nama yang selalu mengusik kuasa kepuasanmu.)

Kita begitu lelah, seperti biasa.
Kau minta lagi tembang itu, seperti biasa.
Kau tagih lagi candu itu bagi jiwamu, seperti biasa.
Tapi kali ini telah begitu menjingga.


Maret-April, 2006
Cikarang, Bekasi. Pd. Labu, Salemba

No comments: