Kata-Kata Itu
Setiap putaran membawa bayang
tiap ketuk embuskan satu imaji
baru
berganti
merah-biru
hitam-putih
abu-abu.
Warna terus hilang-pergi
berlalu dalam layang angin di beranda depan
yang sarat keraguan
dibebati keinginan putih
yang kerap terasa bodoh.
Terlalu banyak kata-kata, perempuan
kau
mereka
kau-mereka
aku tetap dalam pusaran ini.
Terlalu banyak kata-kata
di antara sentuhan-sentuhan hening
pada jiwa
pada bening malam.
Kata-kata terlalu banyak, perempuan.
Dan terlalu sering kau bilang
semua ini sia-sia.
Palmerah, 6 Mei 2006
No comments:
Post a Comment